JAKARTA — Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 39 medali: lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Jumlah emas itu melampaui target pemerintah yang dipatok empat.

Capaian tersebut datang setelah rangkaian Asian Games berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September–4 Oktober. Lima emas Indonesia berasal dari empat cabang: bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.

Target terlampaui, sebaran emas masih terbatas

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai hasil tersebut layak diapresiasi sekaligus dijadikan bahan evaluasi. Perhatian berikutnya adalah memperluas jumlah cabang yang mampu bersaing di tingkat elite.

Evaluasi diarahkan ke sistem pembinaan

KOI mendorong pembinaan yang bertumpu pada pencarian bakat berbasis data, sport science, kualitas pelatih, kompetisi, nutrisi, fasilitas, kedokteran olahraga, dan dukungan anggaran berkelanjutan.

Dengan demikian, angka 39 medali tidak hanya menjadi rekap akhir turnamen. Hasil itu juga menunjukkan cabang mana yang sudah produktif dan bagian mana dari sistem pembinaan yang perlu diperkuat.

Foto pendamping merupakan arsip parade atlet Indonesia pada SEA Games 2011. Gambar digunakan untuk konteks kontingen nasional dan bukan dokumentasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sumber & catatan editorialDisusun dari sumber publik tertaut yang diperiksa 9 Oktober 2026, bukan liputan lapangan atau wawancara langsung. Tanggal peristiwa dan pengumuman disebutkan dalam tulisan. Foto arsip atau foto konteks diberi keterangan dan tidak dinyatakan sebagai dokumentasi peristiwa terbaru.
ANTARA — evaluasi KOI atas hasil Asian Games, 8 Oktober 2026 · NOC Indonesia — agenda Asian Games Aichi-Nagoya 2026 · Foto asli — Gunawan Kartapranata · Lisensi foto CC BY-SA 3.0