JAKARTA — Kadet mahasiswa Universitas Pertahanan dijadwalkan mulai menuju lokasi Sekolah Rakyat pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kementerian Sosial menyebut penugasan itu merupakan bagian dari pengabdian selama sekitar dua pekan untuk mendampingi pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa.

Pendamping, bukan pengganti pendidik

Para kadet tidak ditempatkan untuk menggantikan guru. Menurut penjelasan Kemensos, peran mereka adalah menjadi pendamping dalam kegiatan sehari-hari, membantu membangun kebiasaan disiplin, kepemimpinan, kebersamaan, dan semangat belajar di lingkungan berasrama.

ANTARA melaporkan program menyasar 182 lokasi Sekolah Rakyat dengan kapasitas keseluruhan sekitar 44 ribu siswa. Angka penugasan dapat berubah mengikuti pemetaan akhir dan pelepasan resmi, sehingga rincian per lokasi perlu merujuk pada pengumuman pemerintah dan sekolah masing-masing.

Dampak perlu dinilai setelah program berjalan

Universitas Pertahanan dan Kemensos sebelumnya menyepakati sinergi pembinaan tersebut. Bagi sekolah, pembagian peran antara kadet, wali asuh, guru, dan pengelola menjadi penting agar kegiatan pendampingan tidak mengganggu proses belajar utama.

Hasil program belum dapat dinilai pada hari keberangkatan. Ukuran yang relevan antara lain keteraturan kegiatan, keamanan siswa, koordinasi dengan pendidik, serta keberlanjutan kebiasaan baik setelah masa pengabdian berakhir.

Sumber & catatan editorialDisusun dari sumber publik tertaut yang diperiksa 9 Oktober 2026, bukan wawancara atau liputan lapangan. Foto arsip/konteks berizin diberi keterangan sesuai sumber aslinya.
Kementerian Sosial melalui ANTARA — tujuan penugasan kadet Unhan · ANTARA — rencana pendampingan Sekolah Rakyat · Universitas Pertahanan — sinergi pembinaan Sekolah Rakyat · Foto arsip/konteks — Davidelit · Lisensi foto CC BY-SA 4.0